Ahad 9 Agustus 2026
Langsatu.com | MEULABOH, (ACEH BARAT) — Akademi Kehidupan Qur’ani (AKQ) menggagas Gerakan Wakaf Ilmu AKQ: 1.000 Masjid & TPA, sebagai ikhtiar menghadirkan buku dan ilmu Qur’ani langsung ke tempat masyarakat belajar.
Gerakan ini lahir dari kegelisahan atas persoalan literasi Al-Qur’an yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. AKQ tidak ingin persoalan tersebut hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi mendorong lahirnya gerakan nyata.
Salah satu ikhtiar yang telah dikembangkan AKQ adalah Metode AYA melalui program “Aksi 10 Menit Mampu Membaca Al-Qur’an”, sebagai pendekatan praktis, sederhana dan sistematis dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Namun, menurut AKQ, metode dan buku tidak boleh hanya berada di tangan penggagas atau tersimpan di rak.
“Jika kita tidak mampu menjadi guru bagi 1.000 masjid dan TPA, mari wakafkan buku agar ilmu kita yang datang lebih dahulu,” menjadi semangat utama gerakan tersebut.
Abah Amar, Pembina AKQ sekaligus penggagas, mengatakan bahwa wakaf ilmu merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam membangun generasi.
“Tidak semua orang mampu membangun masjid, mendirikan pesantren atau menjadi guru. Tetapi setiap orang bisa ikut menanam ilmu. Satu buku yang kita wakafkan dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk belajar dan berubah.”
Sementara Supiani, Bunda Imarah AKQ, mengajak masyarakat melihat wakaf sebagai kebaikan yang dapat dimulai dari hal sederhana.
“Kita mungkin tidak pernah bertemu dengan orang yang membaca buku yang kita wakafkan. Tetapi ilmu itu bisa terus berjalan, dipelajari dan diajarkan kembali. Karena itu, satu buku pun sangat berarti.”
Ermaini, S.E., Bunda Hikmah AKQ, menilai masjid dan TPA merupakan ruang strategis untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar.
“Masjid dan TPA bukan hanya tempat beribadah dan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga harus menjadi ruang tumbuhnya ilmu. Karena itu, buku perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat.”
Sedangkan Khadijah, S.P., Bunda Insyirah AKQ, menekankan bahwa manfaat wakaf ilmu dapat melampaui usia pemberinya.
“Kita memiliki batas usia, tetapi ilmu yang kita tanam bisa berjalan lebih jauh. Kita mungkin tidak tahu siapa yang akan membaca buku itu, tetapi kita berharap manfaatnya terus tumbuh.”
Abah Mujahid AKQ, Aminuddin Arsyad, menambahkan bahwa gerakan wakaf ilmu merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan generasi.
“Kalau kita ingin melihat generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan ilmu, maka kita harus ikut menyediakan jalan bagi mereka untuk belajar. Wakaf buku adalah salah satu cara sederhana yang manfaatnya bisa dirasakan banyak orang.”
Sementara Abah Munafis AKQ, Tgk. Faisal, S.E., menilai gerakan ini perlu mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Gerakan ini bukan milik AKQ saja. Ini adalah gerakan bersama. Siapa pun yang mewakafkan buku, berarti ikut mengambil bagian dalam menghadirkan ilmu ke masjid dan TPA. Semoga dari buku-buku itu lahir generasi yang berilmu dan berakhlak.”
Melalui gerakan ini, AKQ mengajak masyarakat bersama-sama menghadirkan buku-buku pendidikan Islam dan literasi Qur’ani ke 1.000 masjid dan TPA.
Satu buku mungkin terlihat kecil. Namun jika ribuan tangan bergerak, ribuan buku dapat menjadi ribuan pintu ilmu.
WAKAF ILMU AKQ
GERAKAN 1.000 MASJID & TPA
Satu Buku, Pahala yang Terus Mengalir.
Menanam Ilmu • Menghidupkan Masjid • Mendidik Generasi • Membangun Peradaban
PENGGAGAS GERAKAN:
Abah Amar
Pembina AKQ
Supiani
Bunda Imarah AKQ
Ermaini, S.E.
Bunda Hikmah AKQ
Khadijah, S.P.
Bunda Insyirah AKQ
Aminuddin Arsyad
Abah Mujahid AKQ
Tgk. Faisal, S.E.
Abah Munafis AKQ




0 Komentar