AKADEMI KEHIDUPAN QUR'ANI (AKQ) LUNCURKAN BUKU "SEJUTA PESANTREN DISEBUT POSKO"


Dokumentasikan Model Dakwah Berbasis Komunitas sebagai Upaya Membangun Peradaban Umat


Langsatu.com |Meulaboh (Aceh Berat)
Selasa, 14 Juli 2026 M / 6 Zulhijjah 1447 H — Akademi Kehidupan Qur'ani (AKQ) meluncurkan buku terbaru karya Ustadz Syamsul Kamal berjudul "Sejuta Pesantren Disebut POSKO", sebuah karya yang mendokumentasikan model pembinaan umat berbasis komunitas yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari gerakan dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial.


Berbeda dengan buku-buku konseptual pada umumnya, buku ini tidak hanya menawarkan pemikiran normatif, tetapi mendokumentasikan pengalaman lapangan mengenai bagaimana POSKO berfungsi sebagai pusat pembinaan masyarakat. Dalam buku ini, POSKO dimaknai sebagai ruang pendidikan, dakwah, penguatan akhlak, pemberdayaan masyarakat, pembinaan generasi muda, serta penguatan ukhuwah Islamiyah.


Penulis, Ustadz Syamsul Kamal, menjelaskan bahwa lahirnya buku ini didorong oleh keinginan untuk merekam sebuah model dakwah yang telah berkembang di berbagai daerah agar dapat menjadi referensi, inspirasi, sekaligus bahan kajian bagi masyarakat, akademisi, dan para penggerak dakwah.

«"Peradaban besar tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dibangun dari komunitas-komunitas kecil yang hidup, saling menguatkan, dan dibimbing oleh nilai-nilai tauhid, ilmu, dan akhlak. Buku ini merupakan upaya mendokumentasikan perjalanan tersebut," ujar Ustadz Syamsul Kamal.»

Buku ini mendapat penguatan akademik melalui Pengantar Akademik yang ditulis oleh Prof. Dr. Rubaidi, M.Ag. Dalam pengantarnya, beliau menempatkan buku ini sebagai salah satu kontribusi penting dalam mendokumentasikan model dakwah berbasis komunitas yang memiliki relevansi dengan pengembangan masyarakat dan pembangunan peradaban Islam. Menurutnya, dokumentasi terhadap praktik-praktik dakwah yang hidup di tengah masyarakat memiliki nilai akademik sekaligus historis karena menjadi bagian dari memori kolektif umat.


Sementara itu, Prakata buku ditulis oleh Ir. T. Amarullah, M.Pi., yang selama ini mendampingi penulis dalam berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, diskusi, dan pengembangan Akademi Kehidupan Qur'ani (AKQ). Dalam prakatanya, ia menilai bahwa buku ini merupakan dokumentasi perjalanan panjang sebuah gerakan pembinaan masyarakat yang lahir dari realitas lapangan dan berkembang melalui semangat kolaborasi serta pengabdian kepada umat.


Buku "Sejuta Pesantren Disebut POSKO" juga mengangkat berbagai fenomena sosial yang menunjukkan pentingnya kehadiran pusat-pusat pembinaan masyarakat dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah derasnya arus digitalisasi, krisis akhlak, melemahnya ketahanan keluarga, dan berbagai persoalan sosial lainnya, POSKO dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun karakter, memperkuat literasi keagamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.


Peluncuran buku ini diharapkan menjadi momentum untuk memperluas diskusi mengenai pentingnya penguatan masyarakat berbasis komunitas serta mendorong lahirnya lebih banyak pusat-pusat pembinaan umat di berbagai daerah. Buku ini ditujukan tidak hanya bagi kalangan dai dan aktivis dakwah, tetapi juga bagi akademisi, mahasiswa, pemimpin masyarakat, organisasi sosial-keagamaan, dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pembangunan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban.


Melalui buku ini, Akademi Kehidupan Qur'ani (AKQ) berharap dokumentasi pengalaman lapangan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya gerakan-gerakan pembinaan masyarakat yang berkelanjutan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa.

Tentang Penulis

Ustadz Syamsul Kamal adalah pendiri Akademi Kehidupan Qur'ani (AKQ), penulis, pendidik, dan pegiat dakwah yang aktif mengembangkan pendidikan Al-Qur'an, pembinaan masyarakat, serta gerakan literasi Islam. Berbagai karya yang ditulisnya berfokus pada pendidikan, keluarga, dakwah, pengembangan masyarakat, dan pembangunan peradaban berbasis nilai-nilai Al-Qur'an.

Kontak Media:

Akademi Kehidupan Qur'ani (AKQ)

Meulaboh, Aceh Barat

"Membangun Peradaban Dimulai dari Membangun Komunitas."

(Tim )

0 Komentar