LangSatu.Com| Kota Langsa – Ketua Suara Independen Jurnalis Indonesia (SIJI) Aceh mengecam keras pernyataan Wali Kota Langsa Jeffri Sentana S Putra yang dinilai “nyeleneh” terkait Jatah Hidup (Jadup) saat menyampaikan ceramah pada pelaksanaan Shalat Idul Adha, Rabu 27 Mei 2026.

Jadup Artinya, Jeffri Akan Dua Priode

 Pernyataan itu dinilai tidak tepat disampaikan di mimbar shalat Id dan berpotensi menimbulkan kegaduhan publik.


Kecaman disampaikan Ketua SIJI Aceh "Muhammad.Ali C,JB" saat ngopi bareng bersama sejumlah jurnalis di FMA Kafee Jalan Syah Kuala Gampong Mutia Kota Langsa, Jum'at 29 Mei 2026

Menurutnya, mimbar Idul Adha seharusnya diisi dengan pesan-pesan spiritual, persatuan, dan kepedulian sosial, bukan dengan narasi yang dinilai nyeleneh di saat masyarakat merindukan pencairan dana jadup yang tak kunjung tiba (Tahap ke 2)


“Ceramah salat Id itu ruang sakral. Menyampaikan isu Jadup dengan cara yang nyeleneh dan tanpa konteks jelas  membuat hati masyarakat Kota Langsa Tersinggung. Apalagi Wali Kota adalah pejabat publik, ucapannya didengar luas dan bisa menimbulkan multitafsir,” papar Ketua SIJI Aceh.


Ia menambahkan, jika ada persoalan kebijakan Jadup yang ingin dikomunikasikan, forum yang lebih tepat adalah konferensi pers, audiensi, atau rilis resmi Pemko Langsa. Bukan saat khutbah/ceramah Idul Adha yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai latar belakang.


Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Wali Kota Langsa Jeffri Sentana terkait substansi dan konteks lengkap pernyataannya. SIJI Aceh meminta Pemko Langsa segera meluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.


SIJI Aceh juga mengingatkan seluruh pejabat publik agar lebih selektif memilih ruang dan cara berkomunikasi, terutama saat momentum keagamaan. “Penyampayan kebijakan boleh, tapi tempatnya harus tepat agar tidak mencederai nilai ibadah dan ukhuwah,” tegasnya.


Polemik Jadup sendiri masih menjadi perhatian publik Kota Langsa. SIJI Aceh berharap komunikasi pemerintah ke depan lebih terukur, jernih, dan tidak memicu kegaduhan baru.

Video/pernyataan tersebut viral di media sosial dan memicu komentar beragam.

 Ketua SIJI Aceh merespons dengan kecaman dan imbauan agar pejabat lebih hati-hati berstatemen di ruang publik.##

(Team)