SUMATERA UTARA | LangSatu.Com - Cerita memilukan datang dari Kabupaten Langkat. Seorang warga muda bernama Sela Puja Swara (26), berdomisili di Dusun Sidorejo, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, menjadi salah satu dari 49 WNI yang terjebak korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Madagaskar. Ayahnya, Suratno, berurai air mata memohon kepada pemerintah agar putrinya dan puluhan rekannya segera dipulangkan dalam keadaan sehat dan selamat.
Pimpinan Media Beritaaktual.online mendatangi kediaman keluarga korban, Jumat (25/9/2026). Suratno menceritakan kronologi yang merenggut putrinya ke negeri asing:
"Awalnya anak saya melihat lowongan kerja di Malaysia lewat Facebook. Saya sendiri yang mengantarnya ke Bandara Kualanamu. Tak disangka, tidak berhenti di Malaysia — langsung diterbangkan ke Madagaskar. Di sana dipaksa jadi operator judi online, lalu ditangkap polisi setempat. Hingga kini nasibnya belum jelas, belum ada keputusan hukum apa pun," ujarnya dengan suara gemetar.
Menurut kabar yang diterima langsung dari anaknya, para korban diperlakukan tidak manusiawi — ditempatkan di ruangan sempit, tidak layak, makanan tidak menentu. Pria dipukuli, wanita kerap mengalami pelecehan.
"Kami memohon kepada pemerintah, tolong selamatkan anak kami dan teman-temannya di sana. Kembalikan mereka ke tanah air tanpa kurang satu apa pun," pintanya sambil menahan tangis.
Daftar Sebagian Korban yang Teridentifikasi
No Nama Lengkap Daerah Asal
1 Wulansari Medan, Sumatera Utara
2 Dinda Putri Amellia Jakarta Timur
3 Andrean Jakarta Timur
4 Jelita Juliana Mamahit Manado, Sulawesi Utara
5 Sepia Sumatera Selatan
6 Diana Putri Ananda Medan, Sumatera Utara
7 Imran Medan, Sumatera Utara
8 Bella Amalia Utomo Rantau Prapat, Sumatera Utara
9 Luna Artika Ramadani Muaro Jambi, Jambi
10 Sela Puja Swara Langkat, Sumatera Utara
11 Harry Ardi Purnomo Pemalang, Jawa Tengah
12 Sara Intan Nuraini Aceh Tenggara
13 Irma Rosanti Indramayu, Jawa Barat
14 Kristian Chandra Silaban Medan, Sumatera Utara
15 Dea Apri Yanti Muaro Jambi, Jambi
16 Nurul Fitriyani Banyuwangi, Jawa Timur
17 Yani Firmandita Ardiansyah Banyuwangi, Jawa Timur
18 Fran Alexander Lumban Tobing Medan, Sumatera Utara
19 Saipul Alam Batam, Kepulauan Riau
20 Muhammad Asri Medan, Sumatera Utara
21 Indriyani Belawan, Sumatera Utara
22 Aditya Putra Pratama Langkat, Sumatera Utara
23 Lisa Natalia Sitepu Batam, Kepulauan Riau
24 Nadya Rahmawati Jember, Jawa Timur
25 Steve Alfacy Padang, Sumatera Barat
26 Muhamad Azmi Batam, Kepulauan Riau
27 Irpandi Medan, Sumatera Utara
28 Gesti Fatrisia Kota Jambi, Jambi
29 Rama Ardiyansyah Langsa, Aceh
30 Sri Wulandari Pekanlabuhan, Sumatera Utara
31 Tasya Febrieliana Batam, Kepulauan Riau
... dan 18 orang lainnya dari berbagai daerah di Indonesia
Upaya Keluarga Berakhir Jalan Buntu
Keluarga para korban telah berjuang mencari bantuan, namun diarahkan ke sana kemari tanpa hasil:
- Ke Gubernur Sumatera Utara → diarahkan ke Disnaker
- Ke Disnaker → diarahkan ke DPRD Sumut
- Menghubungi KBRI → telepon tidak diangkat / ditolak
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret maupun klarifikasi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Peringatan Penting: Jangan Mudah Tergoda
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia:
Waspadai lowongan kerja di media sosial!
- Jangan tergiur janji gaji besar tanpa prosedur resmi
- Pastikan ada izin penempatan dari Disnaker & Kementerian terkait
- Jika dialihkan ke negara yang tidak sesuai tujuan awal → itu tanda bahaya
- Verifikasi kejelasan perusahaan penampung sebelum berangkat
Presiden RI, Kemenlu, KBRI Antananarivo, serta seluruh pihak berwenang diminta segera bertindak. Sudah berbulan-bulan 49 WNI terkurung jauh di negeri asing, menderita tanpa kepastian. Sampai kapan suara mereka diabaikan?##
(Red)



0 Komentar